Kajian Pengalihfungsian Rumah Potong Hewan dan Pasar Hewan Sisir menjadi Ruang Publik

Kajian Pengalihfungsian Rumah Potong Hewan dan Pasar Hewan Sisir menjadi Ruang Publik

Pada dasarnya salah satu budaya masyarakat Indonesia adalah berkumpul dan berinteraksi dengan tetangga di dalam lingkungannya. Untuk itulah pada masa lalu di pusat – pusat pemukiman warga selalu memiliki pendopo, bale bengong atau tempat berkumpul lain. Namun dengan semakin padat dan berkembangnya wajah – wajah permukiman di Indonesia, ruang bersama semakin sulit untuk ditemui. Tujuan kajian ini adalah untuk memberikan masukan kepada Pemerintah Kota Batu untuk menciptakan satu ruang public pada lahan tidur di Jalan Dorowati dan Jalan Sultan Hasan Halim Kelurahan Sisir dan pengalihfungsian bangunan Rumah Potong Hewan yang merupakan bangunan “terduga cagar budaya” menjadi bangunan public dengan tetap mempertahankan bentuk asli. Metode yang digunakan adalah partisipatisi masyarakat dengan pendekatan bottom – up, yaitu melibatkan masyarakat dalam penyusunan kajian ini. Suatu perencanaan partisipatif terfokus pada kepentingan masyarakat, dinamis, bersinergi dengan tetap memiliki legalitas.... read more

thanks for your email

Dear all, Terima kasih banyak atas email yang telah dikirimkan ke Ystudio – architecture & urban design, baik ke email info@ystudioarsitek.id maupun email ycarpina2007@yahoo.com   Mohon maaf apabila saat ini kami belum membuka lowongan seperti yang diharapkan. Semoga di lain kesempatan kita bisa bekerja sama dan belajar bersama   Terima kasih..... read more

Fenomena Car Free Day

Tergelitik sebuah diskusi pada sebuah group tentang konsep Car Free Day di Malang. apakah itu suatu hari dimana kawasan bebas akan kendaraan bermotor? ataukah satu hari dimana kita bebas menginjak-injak rumput di taman? atau satu hari dimana kita bebas berjualan apa saja? atau hari dimana kita bebas membuang sampah sembarangan?karena pada kenyataannya saat ini hari dimana kita canangkan sebagai Car Free Day itu adalah hari berkumpulnya para pedagang asongan tanpa tertata dengan rapi disertai kegiatan orang-orang di dalamnya yang seolah-olah dilegalkan untuk menginjak-injak taman dan membuang sampah sembarangan. mungkin ada baiknya bila kita meninjau kembali konsep Car Free Day tersebut. bila pada awalnya konsep yang diangkat bertujuan mengurangi polusi, mungkin ada baiknya dipikirkan ulang bahwa polusi bukan hanya sekedar asap kendaraan bermotor, namun juga termasuk pengendalian sampah dan kegiatan-kegiatan yang merusak tatanan sebuah kawasan tersebut. pemberian ijin kepada penjual asongan tetap diwadahi, namun dengan pengaturan yang lebih baik. termasuk pengaturan sistem parkir bagi kendaraan bermotor tanpa mengacaukan sirkulasi transportasi di kawasan lain di luar kawasan Car Free Day. bagaimana menurut anda?... read more
Penerapan Arsitektur Hijau pada Lingkungan Binaan

Penerapan Arsitektur Hijau pada Lingkungan Binaan

Kearifan lokal dalam perancangan kota seharusnya juga dilihat dari kearifan kita dalam memperlakukan lingkungan alamnya. Bagaimana menyatukan kreatifitas perancang dengan lingkungan alam sekitar yang menjadi pendukungnya.Pembangunan lingkungan binaan di Indonesia masih mengidap obsesi yang sedikit berlebihan terhadap modernisasi lingkungan yang kadang rela untuk mengorbankan elemen alamnya. Hal ini menyiratkan kesan bahwa kota yang tertata dengan baik adalah kota dengan bangunan – bangunan gedung baru yang serba canggih dan pintar, pembuatan jalan – jalan tol dan jalan layang. Semestinya aspek pelestarian alam dan konservasi lingkungan adalah satu aspek yang wajib pula untuk perhatikan. Tujuan dari penulisan ini adalah menggali sebanyak mungkin informasi mengenai penerapan arsitektur hijau pada perencanaan dan perancangan lingkungan binaan. Mendisain satu kota dengan mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan alamnya. Kajian ini akan memberikan simpulan tentang konsep lingkungan binaan “arif” dengan lingkungan alamiahnya, sebagai kekayaan lokalitasnya. Berawal dari kesadaran bahwa bumi kita memiliki keterbatasan, maka keharmonisan antara alam sekitar dengan manusia mutlak untuk dilakukan. Manusia modern cenderung meninggalkan kearifan – kearifan lokal yang dianut oleh masyarakat sebelumnya demi sebuah kemodernan yang pada hakikatnya justru menjadi penyumbang terbesar dalam perusakan lingkungan. Pemanasan global menjadi isu yang semakin sering kita dengar. Lalu, apa sebenarnya yang menjadi penyumbang perusakan lingkungan kita? Keberadaan jumlah manusia yang terus bertumbuh menjadikan rentetan masalah yang salah satunya adalah semakin berkurangnya lahan untuk permukiman. Sehingga muncul permukiman- permukiman kumuh, pemanfaatan lahan yang tidak seharusnya menjadi lahan permukiman, seperti bantaran sungai, daerah pinggiran rel kereta api atau kolong jembatan. Selain itu juga konsumsi yang berlebihan untuk kenyamanan tinggal seperti perangkat elektronik dan sambungan telekomunikasi yang memerlukan energi berlebih. Terlebih lagi penggunaan bahan – bahan yang tak terbarukan dalam... read more
Menikmati Pedestrian

Menikmati Pedestrian

Pedestrian masih menjadi barang langka di negara kita tercinta, Indonesia. Bagaimana tidak? Di kota besar dan metropolitan, pedestrian sudah disediakan bagi para pejalan kaki yang tak jarang berukuran “pas badan” atau beralih fungsi menjadi area mengais rejeki. Entah itu pedagang maupun pengemis musiman. Pada saat itu juga pejalan kaki harus “tergusur” dari areanya. Selain lebar pedestrian yang rata-rata tak lebih dari 120cm, pohon peneduh pun jarang sekali ada. Berjalan menyusuri pedestrian sambil menikmati wajah kota, dapat menjadi salah satu potensi wisata lokal. Saya ingin menikmati pedestrian. Berjalan menyusurinya sambil menikmati wajah kota kesayangan saya. Sesekali duduk saat lelah di bangku taman. Syukur – syukur kalau ada kran air siap minum yang disediakan di samping bangku taman. Ya… saya ingin menikmati menyusuri pedestrian di kota kesayangan saya. Dan saya belum menikmatinya. Beberapa kali kesempatan saya mencoba meluangkan waktu berjalan di pedestrian yang saat ini ada. Ada sebagian penggal yang paving stone nya sudah tak jelas lagi penataannya. Sehingga menyulitkan saya berjalan. Lebar pedestrian yang tak lebih dari 1 meter, membuat saya harus berhati – hati saat berpapasan dengan pengguna pedestrian yang lain. Ada sebagian penggal lagi yang sudah berlubang sana sini, sekali lagi, saya harus berhati – hati melaluinya bila tidak ingin terperosok ke gorong – gorong di bawahnya. Memang ada beberapa tempat yang sudah ditata dengan baik, dengan lebar yang mencukupi untuk berjalan dengan nyaman. Namun saya belum menemukan elemen – elemen pendukung lain yang menambah nyaman perjalanan saya. Saya tidak bisa duduk saat saya lelah berjalan sekian meter, karena saya tidak menemukan bangku – bangku yang bisa saya duduki, yang bisa saya lakukan adalah duduk di pinggir –... read more
Taman Kotaku

Taman Kotaku

Sore sehabis hujan, menikmati indahnya taman kotaku. Berbekal laptop, smartphone dan beberapa camilan, mulai berlayar di dunia maya. Ya… taman kotaku ini sudah dilengkapi fasilitas wifi yang dengan bebas bisa digunakan oleh semua warga kota yang berkunjung kesini. Satu kesyukuran, diantara sekian banyaknya pusat perbelanjaan yang terbangun, serta sekarang ditambah dengan maraknya pembangunan apartement-apartement, keberadaan taman kotaku ini masih mampu menghibur masyarakat kotaku yang tentu tidak semuanya bisa menikmati mall apalagi apartement. Kotaku ini dulu didesain sebagai kota taman, dengan beberapa taman di beberapa spot. Namun seiring perkembangan kota, sebagian telah berubah menjadi permukiman mewah yang tentu saja hanya bisa dinikmati masyarakat menengah ke atas. Maka tak heran bila saat ini suhu udara kotaku tak lagi dingin, dan untuk mendinginkan suhu, semua berlomba-lomba memasang penyejuk udara, bukan mendesain bangunan atau merancang kawasan yang memungkinkan suhu kembali dingin. Meminjam istilah dari seorang teman, “taman kota itu hidden treasure. exist but unseen”, kita harus mengakui bahwa saat ini pembangunan pusat perbelanjaan atau apartement lebih menarik dibandingkan memperluas atau memperbanyak taman kota yang dari segi bisnis kurang menguntungkan. Padahal bila mau mengerti fungsinya dan manfaatnya untuk lingkungan yang berkelanjutan, aku yakin, kita tidak akan begitu saja mengesampingkan keberadaannya. Tak ingin kalah dengan saudara kembarnya, Bandung, semoga kedepannya kotaku ini akan kembali memiliki banyak taman kota dengan fasilitas yang tak kalah menarik daripada mall-mall dan pusat kesenangan lain. Yang selain untuk paru-paru kota, juga sebagai filter dari debu dan polusi, sebagai tempat penyimpanan air tanah, sehingga mencegah datangnya banjir dan erosi serta menjamin pasokan air tanah, sehingga tidak ada lagi cerita lagi “musim hujan kebanjiran, musim kemarau kekeringan”, dan sebagai pelestarian lingkungan ekosistem.... read more
Konsep Green Architecture

Konsep Green Architecture

Sustainable development through green architecture. Beberapa pendapat mengatakan bahwa green architecture mahal untuk diterapkan. Benarkah? Bangunan hijau (atau dikenal sebagai konstruksi hijau atau bangunan berkelanjutan) mengarah pada struktur dan pemakaian proses yang bertanggung jawab terhadap lingkunan dan hemat sumber daya sepanjang siklus hidup banguna tersebut, mulai dari pemilihan tempat, design, konstruksi, operasi, perawatan, renovasi dan peruntukan. Praktek ini memperluas dan melengkapi desain bangunan klasik dalam hal ekonomi, utilitas, durabilitas dan kenyamanan. Meski teknologi baru terus dikembangkan untuk melengkapi praktek penciptaan struktur hijau saat ini, tujuan utamanya adalah bahwa bangunan hijau durancang untuk mengurangi dampak lingkungan bangunan terhadap kesehatan manusia dan li gkungan alami dengan: – Menggunakan energi, air dan sumber daya lainnya secara efisien. – Melindungi kesehatan penghuni dan meningkatkan produktifitas karyawan. – Mengurangi limbah, polusi dan degradasi lingkungan. Ada konsep sejenis bernama bangunan alami yang biasanya berukuran lebih kecil dan cenderung fokus pada penggunaan bahan alami yang tersedia di daerah sekitarnya. Konsep yang lain yaitu desain berkelanjutan dan arsitektur hijau. Keberlanjutan dapat diartikan sebagai memenuhi kebutuhan mereka. Banhunan hijau tidak secara khusus menangani masalah pembaharuan rumah yang sudah ada. Laporan U.S. General Services Administration tahun 2009 menemukan 12 bangunan yang dirancang secara berkelanjutan membutuhkan biaya yang lebih sedikit untuk beroperasi dan memiliki performa energi yang sangat baik. Selain itu, penghuni lebih puas dengan keseluruhan bangunan ini dibandinkan dengan pada bangunan komersial biasa. (Sumber: wikipedia) — Dari paparan tersebut di atas, terdapat beberapa pertanyaan yang cukup merepresentasikan kegelisahan saya atas image green architecture itu mahal. Semisal, benarkah penggunaan cross ventilation lebih mahal daripada pasang AC? Atau, benarkah penggunaan bukaan yang makaimal lebih mahal dari penerangan buatan? Benarkah pagar tanaman... read more
Ruang Terbuka Hijau

Ruang Terbuka Hijau

Akhir-akhir ini issue tentang RTH atau Ruang Terbuka Hijau menjadi topik yang hangat dibicarakan. Termasuk kami dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) pun tak luput menjadikannya sebagai topik diskusi yang cukup menarik. Di awali dari rencana pengalihfungsian taman belakang Mayestik Jakarta menjadi pasar berlantai 4 yang ternyata hanya issue hingga berlanjut pada pernyataan Gubernur DKI yang menyampaikan kesulitan penambahan Ruang Terbuka Hijau di wilayah DKI Jakarta. Memang. Setidaknya dibutuhkan 1% dari luas Jakarta (657 km persegi) untuk dijadikan RTH baru. Mengutip pernyataan Putu Mahendra, tidak sulit untuk menciptakan Ruang Terbuka Hijau baru. Kita dapat menggunakan sisa kolong jembatan, pinggiran jalan, pinggiran sungai untuk dihijaukan (ditanami). Atau ide sederhana bagi para arsitek untuk meminta pada setiap client untuk menanam paling sedikit satu pohon untuk setiap pembangunan satu rumah/bangunan. Dengan demikian, jangankan 1% dari luas keseluruhan Jakarta, 30% pun masih sangat memungkinkan untuk diwujudkan. Ruang Terbuka Hijau sebaiknya ditinjau dari fungsinya, bukan hanya luasannya. Luas (kuantitas) yang sama dapat dilipatgandakan kinerja ekologisnya baik dari fungsi serap air maupun CO2-nya yang dapat dimanfaatkan secara lebih intensif. Masih kutipan dari kalimat Putu Mahendra, “preman yang tak pernah kuliah arsitektur saja bisa bagi-bagi lahan, apa kita mau juga jadi preman baik untuk pemukiman atau sejengkal lahan kota untuk menjadi yang greeny (kehijauan)?” Yang perlu dilakukan adalah meningkatkan willingness dari pribadi masing-masing. Kesadaran akan pentingnya keberadaan Ruang Terbuka Hijau merupakan langkah awal perwujudan lingkungan yang hijau dan bermanfaat. Mau? — Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan suatu bentuk pemanfaatan lahan pada satu kawasan yang diperuntukkan bagi penghijauan tanaman. Ruang Terbuka Hijau yang ideal adalah 40% dari luas wilayah. Selain berfungsi sebagai sarana lingkungan, RTH juga berfungsi sebagai... read more
Let’s Discuss About Green Architecture

Let’s Discuss About Green Architecture

  green architecture…. sustainable development… topik ini akhir-akhir ini sangat menarik buat saya. sayangnya saya masih newbie di dunia arsitektur.. terlebih di dunia green architecture… beberapa orang bilang green architecture itu mahal untuk diterapkan… benarkah? saya ingin mendapatkan banyak masukan mengenai hal ini. apa benar green architecture itu mahal? semahal apa? apakah lebih mahal harganya dari kerusakan bumi kita di masa yang akan datang? sebagai newbie, saya hanya sedikit berpikir… benarkan penggunaan sistem cross ventilation lebih mahal dari pemasangan AC? benarkah penggunaan bukaan yang maksimal lebih mahal dari penggunaan penerangan buatan? benarkah pagar tanaman lebih mahal dari pembuatan pagar? dengan catatan tanaman ini adalah tanaman yang bisa digunakan juga untuk kebutuhan sehari-hari. misalnya beluntas untuk jamu tradisional benarkah halaman pasir lebih mahal dari pemasangan paving stone? adakah yang bisa memberi saya masukan yang lebih banyak mengenai green architecture, sehingga saya benar-benar yakin akan pilihan saya untuk konsisten terhadap green architecture sebagai wujud kepedulian terhadap kelangsungan bumi kita dan warisan anak cucu kita…... read more
Local Wisdom untuk Budaya Tradisional Kita

Local Wisdom untuk Budaya Tradisional Kita

  berbicara tentang local wisdom apakah itu artinya kita juga berbicara tentang budaya-budaya daerah kita? kesenian-kesenian tradisional Indonesia? terus terang saya sedikit tergelitik tentang berita-berita yang akhir-akhir ini sering mampir ke telinga saya tentang budaya-budaya kita yang bisa dibilang diusik oleh negara lain. awalnya kita memperebutkan dua pulau kita (mungkin bukan awalnya, tapi setidaknya itu yang pertama saya tahu tentang pengobrak-abrikan ini). lalu beberapa kesenian tradisional kita, seperti reog ponorogo dan saat ini tari pendet…. lalu bagaimana kalau kedepannya akan terusik juga arsitektur-arsitektur tradisional kita, seperti rumah gadang, joglo, atau sistem nawasanga di Bali. kita tahu bahwa Indonesia memiliki banyak sekali arsitektur tradisional dari sabang sampai merauke. relakah kita bila kedepannya itu juga akan diakui sebagai milik negara lain? bila kita dengan bangga bisa mengadopt beberapa arsitektur luar untuk kita terapkan dalam dunia berarsitektur kita, bukankah kita juga harus bangga untuk mempertahankan arsitektur tradisional negara sendiri. mungkin bila negara lain mengadopt arsitektur tradisional kita untuk diterapkan di negaranya kita akan sangat bangga, karena artinya arsitektur tradisional kita mampu mendunia… tapi bila diakui sebagai arsitektur tradisional negara lain? apa kata dunia? nah, saya bukanlah seorang ahli yang mampu memberi teori-teori tentang pelestarian budaya nasional sebagai wujud kearifan pada budaya lokal Indonesia. ini hanya sekelumit keluh kesah karena semakin seringnya telingga ini mendengar negara lain mengusik kebudayaan-kebudayaan kita. adakah langkah-langkah yang bisa diambil sebagai wujud kearifan-kearifan kita untuk budaya kita sendiri? saya masih dalam tanya….... read more

NEWS

Sayembara Desain Museum HAM Omah Munir

Sayembara Desain Museum HAM Omah Munir

Sayembara desain museum Hak Asasi Manusia (HAM) Omah Munir di kota Batu, Jawa Timur, bakal menjadi embrio dari museum HAM yang pertama di Indonesia. Museum ini didalamnya akan menampilkan eksebisi tentang perjuangan HAM di Indonesia pada khususnya dan di dunia pada umumnya. Selain sebagai media eksebisi, museum akan diisi aktifitas program pendidikan HAM, melalui diskusi, lokakarya, penerbitan, pelatihan serta kegiatan seni. Museum HAM Omah Munir ini juga ditujukan untuk mewadahi segala hal tentang aktifitas penegakkan hak asasi manusia, informasi serta perkembangan penanganannya di Indonesia, serta menjadi wahana bagi masyarakat Indonesia terutama generasi muda Indonesia untuk meningkatkan awareness serta membumikan prinsip–prinsip HAM dalam kehidupan bermasyarakat. KETENTUAN PESERTA 1. Peserta dapat terdiri atas perseorangan, kelompok (tim). Bagi peserta yang berkelompok diperkenankan hanya Ketua Kelompok yang memiliki SKA yang diterbitkan IAI. 2. Setiap Kelompok boleh mengirimkan proposal / karya lebih dari 1 (satu) alternatif namun dalam pendaftaran yang berbeda. 3. Bagi para Pemenang, proposal/karya yang diserahkan/dilombakan harus asli dan bukan dari hasil plagiasi baik secara keseluruhan maupun sebagian dari hasil karya orang lain; 4.Seluruh peserta yang memasukan proposal/karya mendapatkan sertifikat sayembara. 5. Keputusan Panitia Penyelenggara adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat serta tidak diadakan korespondensi terhadap pengumuman pemenang sayembara. JURI 1. Butet Kartaredjasa (Seniman) 2. Dr. Andi Achdian, SS., M.Si (Sejarawan) 3. Ar. Baskoro Tedjo, IAI (Arsitek Professional) 4. Himawan (Pemerhati Museum) 5. Dr. Ir. H. A. Tutut Subadyo., MSIL. (Arsitek Akademisi) LINIMASA 24 Sept : Launching dan pendaftaran 1 Okt : Technikal Meeting 10 Nov : Batas pendaftaran & pengumpulan karya 5 Des : Pengumuman 5 besar 10 Des : Ground Breaking Museum HAM Malang & Pengumuman Pemenang TOTAL HADIAH...
Launching Buku Karya 25 Arsitek Malang

Launching Buku Karya 25 Arsitek Malang

  25 Karya Arsitek IAI Malang   Sebuah buku yg memuat 25 karya arsitek anggota IAI Malang dan merujuk pula usia yg ke 25 thn IAI cabang Malang telah tegap berdiri. Digarap secara apik oleh tim buku 25 karya. Semoga dengan hadirnya buku ini mampu menambah literasi pengetahuan di dunia arsitektur indonesia.   Launching Buku 25 Karya Arsitek IAI Malang di The 101 OJ Hotel, Kota Malang menarik perhatian media. Banyak media mainstream yang meliput acara ini.  Buku yang diterbitkan oleh penerbit kota tua itu, kian mengukuhkan IAI Malang sebagai organisasi profesi arsitek berpengaruh di Indonesia. Buku ini, bisa dipesan melalui IAI Malang. Dalam waktu dekat sudah tersedia di Toga Mas dan Gramedia....

SEMINAR ARSITEKTUR HERITAGE

SEMINAR ARSITEKTUR HERITAGE Mengundang para ahli dari praktisi maupun akademisi untuk menyeminarkan hasil penelitian dan karyanya yang berkaitan dengan heritage Kota Malang, terutama daerah Kawasan Kayu Tangan untuk dibagikan ke para arsitek dan mahasiswa arsitektur Malang Raya, guna mengembangkan pembangunan kawasan heritage yang lebih baik. PENDAFTARAN Anggota IAI Mahasiswa : Rp. 100.000,- Umum : Rp. 200.000,- PENDAFTARAN 1. download Form pendaftaran www.iai-arema.com 2. Kemudian email ke iai.arema09@gmail.com 3. Konfirmasi via wa/sms ke (08990367614) dengan format : Nama/nomor hp/instansi/seminar yg diikuti/ kriteria (umum /IAI/ mahasiswa) 4. Pertanyaan yg berkaitan tentang lomba dapat ditanyakan lewat web, FB, atau...

lomba sketsa & fotografi kawasan heritage kayutangan malang

LOMBA SKETSA DAN FOTOGRAFI BINGKAI 2016 KAWASAN KAYU TANGAN MALANG TIMELINE KEGIATAN Pendaftaran & Sosialisasi : 15 Oktober – 15 November Technical Meeting 12 November 2016 Sketsa On the spot : 20 November 2016 (Pengumpulan Sketsa) Pengumpulan Karya Fotografi : 21-23 November 2016 Pameran Karya Fotografi & Sketsa : 2-4 Desember 2016 Pengumuman Pemenang : 4 Desember 2016 PENDAFTARAN 1. download Form pendaftaran di sini formulir pendaftaran 2. Kemudian email ke iai.arema09@gmail.com 3. konfirmasi via wa/sms ke (08990367614) dengan format : Nama/nomor hp/instansi/lomba yg diikuti/kriteria(umum/pelajar/mahasiswa) 4. drawing / undian spot sketsa akan dilaksanakan saat technical meeting 5. Pertanyaan yg berkaitan tentang lomba dapat ditanyakan lewat web atau email 6. TOR Lomba ( update tgl 24 Oktober 2016)...