Kawasan Kelurahan Tanjungrejo dilalui oleh jalan raya yang merupakan jalan alternative Malang Bagian Barat yang menghubungkan beberapa kawasan di Kota Malang. Kondisi seperti ini ditangkap oleh masyarakat pendatang untuk membuka usaha di sepanjang jalan tersebut. Hal ini mengakibatkan kondisi jalan menjadi sempit dan penuh pedagang illegal. Selain itu, Kelurahan Tanjungrejo yang berdekatan dengan beberapa fasilitas umum seperti kampus dan rumah sakit, mengakibatkan pertumbuhan kawasan permukiman di kelurahan tersebut menjadi cukup padat. Kondisi tersebut tidak sejalan dengan keinginan Kelurahan Tanjungrejo sebagai Kelurahan Ramah Anak

 

Melihat dari potensi kawasan dan peluang yang dimiliki Kelurahan Tanjungrejo, hal yang harus dilakukan guna mencegah terjadinya kekumuhan adalah pembenahan tata guna lahan dengan pembuatan konsep penanganan untuk mewujudkan visi “Menuju Tanjungrejo Sehat Untuk Generasi Penerus” di Kelurahan Tanjungrejo yang dapat menciptakan citra kawasan bagi Kampung Tanjungrejo

 

Sebagai langkah awal penataan Kelurahan Tanjungrejo, ditetapkan 1 kawasan prioritas sebagai pioner penataan. Konsep Kampung Air merupakan konsep penanganan kumuh yang diterapkan di RW 09 Kelurahan tanjungrejo sebagai kawasan prioritas 1. Konsep Kawasan Kampung Air ini diambil berdasarkan kondisi eksisting dan permasalahan yang ada di RW 09 hampir semuanya berhubungan dengan air.

Dasar pemikiran dari konsep Kawasan Kampung Air adalah:

  • Potensi Kawasan
  • RW 09 Kelurahan Tanjungrejo dilintasi aliran Sungai Metro dan aliran irigasi
  • Debit air yang cukup besar memungkinkan untuk digunakan sebagai tenaga mikro hidro yang akan membantu pengadaan listrik swadaya oleh warga
  • Daerah Aliran Sungai adalah potensi untuk dikembangkan sebagai Ruang Terbuka Hijau dan Ruang Terbuka Publik
  • Kelemahan Kawasan
  • Permasalahan utama adalah kurangnya jaringan sanitasi, sebagian warga membuang limbah rumah tangga langsung ke sungai atau saluran irigasi
  • Kualitas drainase yang kurang bagus mengakibatkan luapan air ke jalan terutama pada musim hujan berpotensi mengakibatkan banjir dan kerusakan jalan
  • Peluang Kawasan

Peluang kawasan adalah adanya rencana beberapa titik IPAL komunal oleh Pemerintah Pusat yang akan dibangun di RW 09 adalah peluang bagus bagi kawasan untuk memperbaiki mutu kawasan RW 09

  • Ancaman terhadap Kawasan

Ancaman yang mungkin terjadi adalah apabila tidak adanya korelasi perencanaan dengan kawasan – kawasan lain, maka potensi kumuh akan tetap bisa terjadi di kawasan RW 09

Dari dasar pemikiran di atas, beberapa strategi perencanaan yang bisa dilaksanakan di kawasan RW 09 adalah:

  • Penataan bangunan terutama bangunan yang menjorok ke garis sempadan sungai
  • Pembuatan saluran untuk IPAL komunal dan biofilter
  • Perbaikan dan pembuatan drainase sesuai volume debit air
  • Pembuatan akses jalan paving yang mudah menyerap air dilengkapi biopori
  • Pemasangan baru jalur – jalur PDAM guna pemenuhan kebutuhan air minum dan perletakan titik hidran untuk penanganan bahaya kebakaran
  • Pembebasan sempadan sungai dan saluran irigasi dari sampah dengan pengadaan tempat sampah dan gerobak motor sampah, sehingga air sungai bisa dimanfaatkan sebagai tenaga mikro hidro
  • Naturalisasi sungai untuk pencegahan bahaya banjir dan longsor
  • Naturalisasi sungai untuk penambahan ruang terbuka hijau yang juga bisa dimanfaatkan sebagai ruang terbuka publik

 

Tim Penyusun

Urban Designer: Yessy Carpina

3D Presentation: Wita Mannoradja & Ardi Feriyantoko (Teknik Arsitektur Univ. Merdeka Malang)

Video Documentation: Ahmad Fatoni (FISIP Komunikasi Univ. Muhammadyah Malang)